Home News News Potensi Gurih Pasar Kelas Menengah Indonesia

Potensi Gurih Pasar Kelas Menengah Indonesia

Laporan The Boston Consulting Group (BCG) tentang pertumbuhan Middle Class and Affluent Consumers (MACs) yang dirilis tahun lalu memberikan optimisme bahwasanya potensi pasar industri teknologi di Indonesia yang begitu menggiurkan. BCG menjelaskan Indonesia menjadi salah satu negara berkembang yang paling pesat pada pertumbuhan masyarakat kelas konsumen.

Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk paling banyak ke-4 di dunia. Dengan demografis penduduknya yang atraktif dan iklim investasi yang baik, populasi dari masyarakat kelas menengah (MACs) yang pada saat ini berada di angka 74 Juta, diperkirakan dapat meningkat hingga dua kali lipat pada tahun 2020 menjadi 141 Juta. Dalam periode tersebut sekitar 8 hingga 9 Juta orang akan memasuki kelas menengah tersebut setiap tahunnya.

Perlu diketahui, target pasar terbesar Indonesia saat ini berada pada kelas menengah yang pertumbuhannya dinilai sangat rapid belakangan ini. Hal ini memaksa para pelaku industri terutama industri teknologi harus mulai memikirkan bagaimana caranya menembus pasar yang sangat berpotensial tinggi.

Barang-barang konsumer menjadi salah satu barang yang diminati oleh kaum dari kelas ini. Selain kebutuhan barang lain seperti home goods, kendaraan bermotor, dan lain sebagainya, barang konsumer menjadi salah satu barang yang paling diminati oleh masyarakat kelas menengah, termasuk di dalamnya seperti gadget, dan barang elektronik lainnya.

Sebagai satu contoh, penggunaan telepon seluler Indonesia yang hingga hari ini mencapai sekitar 250 juta merupakan salah satu contoh kategori barang konsumer yang paling sukses di Indonesia. Tak ayal, Indonesia dipercaya sebagai salah satu target market utama di dunia khususnya di bidang industri teknologi.

Menurut data yang dirilis BCG, produk teknologi menempati angka popularitas yang menanjak dengan cukup memuaskan di dalam kelas menengah tersebut. Tercatat sekitar 22% dari kaum MACs ini memiliki Smartphone dan di angka sekitar 29% memiliki Laptop atau PC. Melihat persentase ini jelas, pelaku industri teknologi harus semakin mengembangkan kemampuannya menembus pasar potensial tersebut.
Bagi para pelaku industri tentu harus memiliki “cara main” tersendiri untuk bisa memasuki pasar yang sebenarnya bisa dibilang unik dibanding negara lain. Jika para pelaku usaha ingin menangkap potensi ini, pelaku industri harus dapat memahami demografis dan tren yang sedang berkembang di masyarakat Indonesia.

Berbicara mengenai demografis, Indonesia memiliki piramida penduduk yang cukup baik. Lebih dari 60% penduduk Indonesia berada pada rentang usia 20-65 tahun yang notabene pada rentang tersebut merupakan usia produktif yang memiliki potensi pasar terbesar di Indonesia. Angka ini dua kali lipat lebih besar dari negara tetangga Vietnam, dan tiga kali lipat dari jumlah total populasi Korea Selatan.

Ada beberapa hal yang perlu dicatat dari data yang dirilis oleh BCG terutama untuk pelaku industri. Untuk meng-efektifkan target menembus kaum kelas menengah ke atas, pelaku industri setidaknya harus memahami dan memiliki beberapa cara yang harus mereka jalani, antara lain : Masyarakat Indonesia sangat terhubung satu sama lain melalui jaringan media sosial. Tercatat pada tahun 2012,pengguna jejaring sosial facebook mencapai angka 50 Juta user (terbesar ke-empat dari pengguna facebook di seluruh dunia), dan 29 Juta akunTwitter (terbesar kelima di dunia). Kabar terakhirnya, kota Jakarta menempati posisi pertama dalam post tweet dibanding kota-kota lain di seluruh dunia. Ditambah lagi akses ke berbagai jaringan media sosial dapat dengan mudah diakses oleh pengguna mobile devices yang jumlah penggunanya hampir menyamai populasi masyarakat Indonesia. Melihat data yang fantastis ini, merangsek ke media sosial merupakan salah satu cara yang dianggap ampuh untuk menembus pasar MACs.