Studi Industri Berbahan Baku Singkong

Ubi kayu (Cassava) dapat digunakan sebagai alternatif sumber pangan, selain jagung dan ubi jalar. Berdasarkan data tahun 2013, Indonesia merupakan negara penghasil Cassava tertinggi ketiga di dunia, dengan persentase sebesar 8,6% produksi, setelah Nigeria (19,2%) dan Thailand (10,9%). Rata-rata produksi Cassava di Indonesia mencapai hingga 24 juta ton setiap tahunnya.

Indonesia sebagai salah satu negara penghasil Cassava tertinggi di dunia juga turut aktif dalam perdagangan ekspor dan impor Cassava. Hal ini dikarenakan kebutuhan Cassava dalam negri yang masih belum tercukupi. Hanya sebanyak 0,6% hasil produksi Cassava yang di ekspor ke berbagai negara, baik dalam bentuk kering dan pati. Dan sebanyak 1,7% konsumsi dalam negri masih berasal dari hasil impor.

Rata-rata konsumsi rumah tangga untuk kurun waktu 2009 – 2014 adalah sebesar 4,63 kg/kapita/tahun dengan laju rata-rata menurun 2,29% setiap tahunnya. Di Indonesia, ekspor produksi Cassava lebih didominasi dalam bentuk kering (dried) dalam, seperti chips/keripik, gaplek, tepung dan bentuk lainnya.

Tahun 2013, sebanyak 99,5% konsumsi Cassava dalam industri sebagai bahan baku didominasi oleh industri pati ubi kayu, dengan nilai mencapai Rp. 839 miliar. Industri berikutnya adalah industri jenis kerupuk/keripik dan industri kecap.

 

Download PDF